Fenomena keajaiban dan hal-hal magis seringkali menarik bagi banyak orang karena manusia secara alami ingin memahami dunia di sekitar mereka. Ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang tampaknya tidak dapat dijelaskan dengan logika atau sains konvensional, kita cenderung merasa tertarik untuk mencari jawaban. Ini terkait erat dengan apa yang disebut sebagai "kesenjangan pengetahuan" dalam psikologi.
Kesenjangan pengetahuan terjadi ketika ada ketidakcocokan antara apa yang kita ketahui dan apa yang kita inginkan untuk diketahui. Pada saat kita mengalami kesenjangan pengetahuan, otak kita cenderung mencari penjelasan yang memenuhi keinginan kita untuk memahami dunia di sekitar kita. Inilah mengapa, meskipun ada penjelasan ilmiah untuk banyak fenomena, orang masih terpesona oleh trik sulap yang tampaknya melanggar hukum fisika atau cerita tentang makhluk-makhluk supranatural.
Terdapat juga aspek emosional yang kuat dalam daya tarik keajaiban dan hal-hal magis. Manusia secara alami mencari pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan secara emosional. Ketika kita menyaksikan sesuatu yang luar biasa, seperti trik sulap yang sangat rumit atau cerita-cerita tentang dunia yang ajaib, itu dapat menghasilkan perasaan kekaguman dan kepuasan yang mendalam.
Psikolog juga menyoroti pentingnya "efek wow" dalam menjelaskan daya tarik keajaiban dan hal-hal magis. Efek wow terjadi ketika kita mengalami sesuatu yang tidak diharapkan atau tidak terduga, yang dapat menciptakan perasaan kagum dan kekaguman yang kuat. Trik sulap sering kali mengandalkan efek wow untuk menciptakan sensasi yang mendalam pada penontonnya.
Selain itu, lingkungan sosial juga memainkan peran penting dalam membentuk keyakinan dan persepsi kita tentang keajaiban dan hal-hal magis. Jika kita tumbuh dalam lingkungan di mana kepercayaan pada hal-hal magis diperkuat, kita cenderung ikut terbawa arus. Ini adalah contoh bagaimana pengaruh sosial dapat memengaruhi cara kita memandang dunia.
Dengan memahami kompleksitas proses psikologis di balik daya tarik keajaiban dan hal magis, kita dapat mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang perilaku manusia dan bagaimana cara kita memproses informasi yang kompleks dan ambigu. Hal tersebut menyoroti pentingnya pengetahuan dalam dunia psikologi, tidak hanya untuk memahami diri kita sendiri, tetapi juga untuk membantu orang lain melalui konseling psikologi atau konsultasi psikologi.
Maka dari itu, dalam menjelajahi fenomena ini secara mendalam, kita dapat melihat betapa kompleksnya interaksi antara pikiran manusia, emosi, dan lingkungan sosial dalam membentuk keyakinan dan persepsi kita tentang dunia di sekitar.
Referensi:
Dawkins, Richard. 2011. The Magic of Reality: How We Know What's Really True.